MENYUSUN SEBUAH TULISAN/ KARANGAN DESKRIPSI DAN NARASI MASING - MASING DALAM 5 PARAGAF

Karangan Deskripsi

Judul: Suasana Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah


Setiap pagi, halaman sekolah tampak lebih ramai ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai. Meja-meja panjang tersusun rapi, dipenuhi dengan aneka makanan sehat yang menggugah selera. Suasana penuh semangat terlihat dari wajah para siswa yang berbaris tertib menunggu giliran.

Aroma nasi hangat, sayur bening, dan lauk pauk sehat tercium begitu menggoda. Ada ayam panggang, tahu, tempe, hingga buah-buahan segar seperti pisang dan pepaya. Hidangan sederhana itu tampak berwarna-warni, memperlihatkan betapa pentingnya gizi seimbang untuk tubuh.

Para guru ikut mendampingi siswa, memastikan setiap anak mendapat porsi yang sama. Senyum hangat mereka menambah keceriaan suasana. Beberapa siswa terlihat saling bercanda sambil membawa piring, seolah makan bersama menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan.

Setelah duduk di meja, suara senang siswa terdengar sambil menyantap makanan. Sesekali terdengar tawa kecil ketika ada yang bercerita tentang kegiatan di kelas. Makan bergizi gratis ini bukan sekadar mengenyangkan, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan.

Program MBG di sekolah benar-benar menghadirkan manfaat besar. Selain membantu anak-anak mendapatkan gizi yang baik, suasana makan bersama membuat hubungan antar siswa dan guru semakin dekat. MBG bukan hanya tentang makanan, melainkan juga tentang cinta, peduli, dan kebahagiaan di lingkungan sekolah.



Karangan Narasi

Judul: Hujan Sehabis Pulang Sekolah


Siang itu, langit tiba-tiba berubah warna menjadi kelabu. Awan hitam tebal menggantung rendah, seolah hendak menumpahkan isinya. Aku yang sedang berjalan pulang dari sekolah segera mempercepat langkah, berharap bisa sampai rumah sebelum hujan turun.

Namun, dugaan itu salah. Tiba-tiba suara petir menggelegar dan butiran air hujan jatuh deras membasahi jalan. Dalam sekejap, bajuku basah kuyup. Aku pun berlari kecil, mencari tempat berteduh di bawah pohon besar di tepi jalan.

Dari tempatku berteduh, kulihat anak-anak kecil berlarian gembira. Mereka tertawa, menendang genangan air, seakan hujan adalah mainan yang menyenangkan. Sementara itu, beberapa orang dewasa justru bergegas, takut pakaian dan barang mereka basah.

Hujan semakin deras, membuat udara terasa dingin. Namun di balik derasnya hujan, aku merasakan ketenangan. Suara rintik air jatuh ke tanah terdengar seperti irama alam yang indah, menenangkan hati yang lelah setelah seharian belajar.

Ketika hujan mulai reda, aku melanjutkan perjalanan pulang dengan hati riang. Meski basah, ada rasa syukur yang tumbuh karena hujan telah menyegarkan bumi. Bagiku, hujan bukan sekadar air yang jatuh dari langit, melainkan anugerah yang membawa kehidupan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS PJJ BHS INDONESIA

MENENTUKAN JENIS JENIS KATA DAN PARAGRAF DALAM ARTIKEL KENDALA PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG)

Artikel Cara Membuat Puisi